Kenangan masa lalu...
Charlotte termenung di sebuah restoran, menunggu pacarnya, Jacob
yang telat lagi. Charlotte mulai mengingat lagi hari pertamanya bertemu Jacob.
Tidak terasa ini tahun ke-3 mereka berpacaran. Sekarang Charlotte kelas 10,
begitu juga Jacob. Mereka seakan takdir! Mereka berdua selalu sekelas dan
sekelompok. Charlotte terkikik mengingat bahwa Jacob berkata bahwa itu kutukan
dengan nada diseram-seramkan dan wajah dibikin mengerikan. Charlotte bertemu
Jacob saat PG. Mereka bersekolah di sekolah yang sama. Mereka pun bersahabat.
Lalu TK, Charlotte pindah. SD kelas 1, mereka bertemu lagi dan ini bagian
gilanya. Anak kelas 1 SD sudah saling suka!!! Haduh, percaya nggak sih? Susah
percaya kan? Tapi itu kenyataan. Kelas 4 SD, Jacob mendapat saingan dalam
memperebutkan Charlotte, Arvin. Sayang sekali, Arvin yang menang. Charlotte
lebih menyukai Arvin. Jacob sangat terpukul. Ia berusaha tetap setia. Akhirnya
Jacob tidak tahan lagi saat kelas 5 SD. Dia berusaha berhenti menyukai
Charlotte. Ajaibnya, Charlotte baru sadar bahwa Jacob lah yang benar untuknya.
Charlotte benar-benar berharap untuk kembali ke Jacob. Jacob agak susah
menerima Charlotte lagi, tapi akhirnya karena kekuatan cinta, mereka berhasil
baikan. Tahu apa yang membuat mereka cocok? Mereka berdua lahir di rumah sakit
yang sama, tanggal lahirnya dekat, wajahnya hampir mirip, senyumnya mirip,
sifatnya yang suka tantangan mirip, hampir semua sikapnya mirip, tingginya
hampir sama (Jacob lebih tinggi sedikit), hobinya sama. Gila nggak? Charlotte
lagi-lagi terkikik sendirian. Ia mulai mengenang…
Kelas 2 SD
“Hey, Charlie…” Sapa Jacob. “Apa?” Tanya Charlotte. “Ih, dingin amat?” “Haduh, lagi gak mood nih,” keluh Charlotte. “Loh? Kenapa?” Tanya Jacob. “Gak tau. Bad mood tuh kan seringnya tanpa alasan,” kata Charlotte. “Oh ya? Cheer up dong, nanti biar seger lagi ya. Senyum dulu biar cantik,” kata Jacob. Charlotte wajahnya langsung merah padam. “A-ah…” “Hehe, gitu dong, senyum,” tawa Jacob. Charlotte pun tersenyum lagi.
“Hey, Charlie…” Sapa Jacob. “Apa?” Tanya Charlotte. “Ih, dingin amat?” “Haduh, lagi gak mood nih,” keluh Charlotte. “Loh? Kenapa?” Tanya Jacob. “Gak tau. Bad mood tuh kan seringnya tanpa alasan,” kata Charlotte. “Oh ya? Cheer up dong, nanti biar seger lagi ya. Senyum dulu biar cantik,” kata Jacob. Charlotte wajahnya langsung merah padam. “A-ah…” “Hehe, gitu dong, senyum,” tawa Jacob. Charlotte pun tersenyum lagi.
Kelas 3 SD
“Hei kalian! Kembalikan Fluffy! Kembalikan!” Seru Charlotte saat Fluffly, boneka kotak pensil Charlotte yang berbentuk anjing kecil direbut darinya oleh cowok-cowok nakal. “Hei! Kembalikan!” Tiba-tiba Jacob datang dan menolong Charlotte. “Ya deh. Jacob suka Charlotte nie… Cieee…” Ledek Rob. “Kalau iya emang kenapa?” Kata Jacob berani. “Ueak… Charlotte dapat pangeran nih. Cieee…” Nelson jadi ikut-ikutan meledek. Wajah Charlotte jadi merah padam. “Nih, Fluffy mu. Jangan sampai hilang ya, nanti Tiger kesepian,” kata Jacob sambil mengembalikan Fluffy Charlotte. Tiger sendiri adalah boneka kotak pensil Jacob. Mereka berdua memang serasi.
“Hei kalian! Kembalikan Fluffy! Kembalikan!” Seru Charlotte saat Fluffly, boneka kotak pensil Charlotte yang berbentuk anjing kecil direbut darinya oleh cowok-cowok nakal. “Hei! Kembalikan!” Tiba-tiba Jacob datang dan menolong Charlotte. “Ya deh. Jacob suka Charlotte nie… Cieee…” Ledek Rob. “Kalau iya emang kenapa?” Kata Jacob berani. “Ueak… Charlotte dapat pangeran nih. Cieee…” Nelson jadi ikut-ikutan meledek. Wajah Charlotte jadi merah padam. “Nih, Fluffy mu. Jangan sampai hilang ya, nanti Tiger kesepian,” kata Jacob sambil mengembalikan Fluffy Charlotte. Tiger sendiri adalah boneka kotak pensil Jacob. Mereka berdua memang serasi.
Kelas 4 SD
“Char, kamu suka siapa?” Tanya Jacob. “Aku suka kamu la… Siapa lagi,” kata Charlotte sedikit bercanda. Jacob tersenyum lebar, puas. Tapi tiba tiba Arvin merebut Charlotte dari Jacob. Sangat disayangkan. “Charlotte… Aku suka kamu forever… Pokoknya,” gumam Jacob lirih.
“Char, kamu suka siapa?” Tanya Jacob. “Aku suka kamu la… Siapa lagi,” kata Charlotte sedikit bercanda. Jacob tersenyum lebar, puas. Tapi tiba tiba Arvin merebut Charlotte dari Jacob. Sangat disayangkan. “Charlotte… Aku suka kamu forever… Pokoknya,” gumam Jacob lirih.
Kelas 6 SD
“Maafin aku ya, Jacob. Maaf…” Tangis Charlotte. “Kenapa minta maaf?” Tanya Jacob dingin. “Aku ninggalin kamu… Maaf, Jacob… Maaf…” Tangis Charlotte pelan. Jacob paling tidak bisa melihat Charlotte menangis. “Iya, iya, tuan putri. Aku suka kamu…” Jawab Jacob akhirnya. Charlotte sangat senang dan akhirnya ia memeluk Jacob.
“Maafin aku ya, Jacob. Maaf…” Tangis Charlotte. “Kenapa minta maaf?” Tanya Jacob dingin. “Aku ninggalin kamu… Maaf, Jacob… Maaf…” Tangis Charlotte pelan. Jacob paling tidak bisa melihat Charlotte menangis. “Iya, iya, tuan putri. Aku suka kamu…” Jawab Jacob akhirnya. Charlotte sangat senang dan akhirnya ia memeluk Jacob.
—
Charlotte tersenyum mengingat semua itu. “Hai… Sori aku telat,”
kata Jacob. “Oh, itu nggak bisa dimaafin,” canda Charlotte. “Ya elah… Ampuuun…
Yang bener lah. Sori ya,” kata Jacob. “Iya deh. Aku nggak bisa marah sama kamu
sih, ehe. Aku baru ingat-ingat masa-masa kenangan kita dulu loh,” kata Charlotte.
“Sekarang kenangan baru akan kita buat lagi,” kata Jacob sambil mengecup kening
Charlotte.
Terima kasih
mohon beri komentar anda r=tentang cerita saya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar